Benteng Jepang Batubara
![]() |
| Benteng Jepang Batubara |
Benteng Putri Hijau
![]() |
| Benteng Puri Hijau |
Biaro Bahal
| Candi Bahal, Biaro Bahal, atau Candi Portibi |
Candi ini terbuat dari materi bata merah dan diduga berasal dari sekitar kurun ke-11 dan dikaitkan dengan Kerajaan Pannai, salah satu pelabuhan di pesisir Selat Malaka yang ditaklukan dan menjadi bab dari mandala Sriwijaya. Memiliki Tiga bangunan kuno yaitu Biaro Bahal I, II dan III. Saling bekerjasama dan terdiri dalam satu garis yang lurus.
Biaro Bahal I yang terbesar. Kakinya berhiasan papan-papan sekelilingnya yang berukiran tokoh yaksa yang berkepala hewan, yang sedang menari-nari. Rupa-rupanya para penari itu menggunakan topeng hewani menyerupai pada upacara di Tibet. Di antara semua papan berhiasan itu ada tabrakan singa yang duduk Di Bahal II pernah ditemukan sebuah Arca Heruka yaitu Arca Demonis yang mewujudkan tokoh pantheon Agama Buddha fatwa Mahayanan, sekte bajrayana atau tantrayana. Heruka berdiri di atas mayat dalam perilaku menari; pada tangan kanannya ada tongkat. Bahal III berukiran hiasan daun.
Candi ini diberi nama menurut nama desa tempat bangunan ini berdiri. Selain itu nama Portibi dalam bahasa Batak berarti 'dunia' atau 'bumi' istilah serapan yang berasal dari bahasa sansekerta: Pertiwi (dewi Bumi).
Candi Portibi yaitu peninggalan dari Kerajaan Hindu Panai yang memerintah sekitar tahun 1039.
Istana Maimun atau Istana Deli
![]() |
| Istana Maimun atau Istana Deli |
Didesain oleh arsitek Italia dan dibangun oleh Sultan Deli, Sultan Mahmud Al Rasyid. Pembangunan istana ini dimulai dari 26 Agustus 1888 dan simpulan pada 18 Mei 1891. Istana Maimun mempunyai luas sebesar 2.772 m2 dan 30 ruangan. Istana Maimun terdiri dari 2 lantai dan mempunyai 3 bab yaitu bangunan induk, bangunan sayap kiri dan bangunan sayap kanan. Bangunan istana ini menghadap ke utara dan pada sisi depan terdapat bangunan Masjid Al-Mashun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan.
Istana Maimun menjadi tujuan wisata bukan hanya alasannya yaitu usianya yang tua, namun juga desain interiornya yang unik, memadukan unsur-unsur warisan kebudayaan Melayu, dengan gaya Islam, Spanyol, India dan Italia. Namun sayang, tempat wisata ini tidak bebas dari daerah Pedagang kaki lima.
Makam Batu Raja-Raja Batak
![]() |
| Makam Raja Batak |
Terletak di pulau Samosir, pulau yang terdapat di tengah perairan Danau Toba ini merupakan pusatnya kebudayaan Batak semenjak zaman Siraja Batak, yang merupakan nenek moyang dari etnis Batak sampai dikala ini. Bahkan makam-makam tersebut mencerminkan ciri khas budaya Batak.
Diantara makam-makam yang terdapat di Pulau Samosir, ada sebuah makam yang cukup terkenal alasannya yaitu merupakan makam dari seorang tokoh masyarakat Batak yang pernah berkuasa di sekitar Pulau Samosir, tepatnya di daerah Tomok. Makam tersebut yaitu Makam Raja Sidabutar, yang sekarang telah dijadikan objek wisata sejarah di Tano Batak oleh DinasPariwisata.
Menurut catatan sejarah, Raja Sidabutar yaitu orang pertama yang bermukim di Tomok dari Gunung Pusuk Buhit, yang dikenal oleh masyarakat sebagai daerah asalnya nenek moyang etnis Batak.
Berbagai sumber



