Alat Musik Tradisional Provinsi Lampung meliputi: Akordion atau Harmonium, Cetik (Kulintang Pekhing), Gambus lunik atau Gambus anak buha, Gamolan, Gendang, Kompang / Khaddap, Kerenceng atau Terbangan, Membling, Sekhdap dan Bekhdah, Serdam.
Gambus lunik atau Gambus anak buha
![]() |
| Gambus lunik atau Gambus anak buha |
![]() |
| Gamolan |
Gamolan ini dimainkan dengan cara dipukul ibarat gamelan. Biasanya musik yang dimainkan dengan gamolan ini diadakan pada ketika pelaksanaan acara-acara watak tertentu di Lampung.
Alat musik khas Lampung ini sudah ada semenjak kurun ke 4 masehi, akan tetapi hingga dengan ketika ini banyak masyarakat Lampung yang belum mengetahui dari kekayaan alat musik tradisional ini.
Seorang peneliti asal Australia tertarik untuk meneliti alat musik gamolan ini. Menurutnya alat musik gamolan ini sudah ada dan lebih renta dari gamelan. Hal ini terbukti dengan ditemukannya gambar gamolan pada relief candi Borobudur.
Gamolan modern yang sanggup ditemui di Lampung Barat dan Way Kanan, mempunyai perbedaan dibandingkan dengan gamolan kuno. Gamolan kuno mempunyai delapan bilah bambu yang sejajar di atas satu bongkahan lingkaran bambu sebesar sekitar lengan orang dewasa. Delapan bilah bambu masing-masing mewakili delapan tangga nada, yaitu do re mi fa so la si do. Sementara, gamolan modern hanya mempunyai tujuh bilah bambu yang mewakili tujuh tangga nada. Satu tangga nada yang hilang ialah tanga nada fa.
Kompang / Khaddap
![]() |
| Kompang / Khaddap |
Alat musik ini berasal dari Arab, ada juga yang menyampaikan bahwa kompang berasal dari Parsi dan dipakai untuk menyambut kedatangan Rasulullah S.A.W. pada waktu itu.
Kompang terdiri dari aneka macam ukuran. Ada yang berukuran garis sentra sepanjang 22.5 cm, 25 cm, 27.5 cm dan ada juga yang mencapai 35 cm. Kompang dimainkan secara beregu dalam keadaan duduk, bangun atau berjalan.
Kompang dimainkan dengan memakai kedua belah tangan. Sebelah tangan memegang kompang, dan sebelah tangan lagi memukul kompang. Terdapat tiga rentak dalam permainan kompang, yaitu rentak biasa, rentak kencet, dan rentak sepulih. Rentak yang biasa dimainkan ialah rentak biasa. Rentak kencet ialah rentak di tengah-tengah pukulan, lalu seperti terhenti seketika. Sedangkan rentak sepulih dimainkan untuk kembali pada rentak lagu pertama.
Kerenceng atau Terbangan
![]() |
| Kerenceng atau Terbangan |
Sekhdap dan Bekhdah
Alat musik ini hampir sama dengan Terbangan atau Kerenceng, hanya saja mempunyai ukuran lebih besar bahkan ada yang berdiameter mencapai 100 cm.
Serdam
![]() |
| Serdam |
Berbagai Sumber




