Kalimantan Timur sebelum mekar menjadi Kalimantan Utara merupakan provinsi terluas kedua di Indonesia sehabis Papua, dengan luas 194.489 km persegi yang hampir sama dengan Pulau Jawa atau sekitar 6,8% dari total luas wilayah Indonesia.
Alat Musik Tradisional Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) antara lain: Gambus, Kadire, Ketipung, Lulung, Sampek, Sluding (Klentengan). Berikut ini klarifikasi lengkapnya.
Gambus
![]() |
| Gambus |
Kadire
| Kadire |
Keledi atau organ verbal dibentuk dari buah labu yang sudah renta (berumur 5-6 bulan) lalu dikeluarkan isinya, direndam selama satu bulan, dan selanjutnya dikeringkan. Buah labu dan batang-batang bambu disatukan dengan memakai perekat dari sarang kelulut (sejenis lebah hutan berukuran kecil). Alat musik ini menghasilkan nada pentatonik. keledi dimainkan untuk mengiringi nyanyian tradisional, tarian, teater tutur (berupa syair dalam nyanyian yang berisi nasihat dan petuah) serta dikala upacara budpekerti pada suku bangsa Dayak.
Sebenarnya untuk memainkan alat musik ini tidak hanya ditiup, namun sekaligus dihisap dan ditiup. Oleh masyarakat Rumpun Uut Danum alat ini juga disebut dengan nama Korondek.
Sumber suara kadire tidak diperoleh dengan meniup buah labu yang dikeringkan, melainkan tempurung kelapa. Tempurung kelapa ini berfungsi sebagai pengatur nada. Kadire dimainkan dikala upacara budpekerti masyarakat Dayak kenyah.
Ketipung
![]() |
| Ketipung |
Ketipung ialah salah alat musik tradisional Indonesia yang berbentuk ibarat Gendang tetapi mempunyai ukuran lebih kecil. Ketipung dibentuk dari kayu yang dibubut, lalu kemudian diberi lubang di tengahnya berukuran 20cm hingga 40 cm. Bunyi yang dihasilkan biasanya menghasilkan musik Keroncong, Dangdut, dan Melayu.
Lulung
![]() |
| Lulung |
Sampek
![]() |
| Sampek |
Sampek ialah alat musik tradisional Suku Dayak atau masyarakat Kayaan menyebutnya sape’ kayaan, alat musik ini terbuat dari banyak sekali jenis kayu ( kayu arrow, kayu kapur, kayu ulin) yang dibentuk secara tradisional. Proses pembuatan sanggup memakan waktu berminggu minggu. Dibuat dengan 3 senar, 4 senar dan 6 senar. Biasanya sampek akan diukir sesuai dengan harapan pembuatnya, dan setiap goresan mempunyai arti.
Sluding (Klentengan)
![]() |
| Sluding (Klentengan) |
Berbagai Sumber




